Semesta Raya
Asal usul Alam Semesta — awal dari segalanya — adalah satu pertanyaan di mana narasi ilmiah kabur menjelaskannya. Ilmiah disini adalah ilmiah mainstream yang menguasai dan berkuasa penuh tentang ilmu pengetahuan. Narasi ilmiah terjebak mendukung teori tersebut. Diluarnya adalah tidak ilmiah. Ini bukan karena mereka mendekati masalah dengan cara yang sama; jelas mereka tidak. Karena pertanyaan yang diajukan keduanya sama. Kami ingin tahu bagaimana semuanya terjadi. Kami ingin tahu, karena jika tidak, cerita kami tidak akan lengkap. Kita adalah bagian Alam Semesta ini, dan kisah Alam Semesta pada dasarnya adalah kisah kita juga.
Tidak diragukan lagi bahwa kosmologi dan astronomi modern telah menghasilkan narasi yang luar biasa tentang sejarah awal Semesta. Tapi bisakah sains benar-benar memberikan jawaban? Sepertinya sains hanya lembaran kosong yang boleh diisi oleh aliran pemikiran itu saja. Di luar tentu dianggap melawan ilmu pengetahuan.
Seperti Anda dan saya, Semesta juga berulang tahun. Kita dipaksa tahu bahwa itu dimulai 13,8 miliar tahun yang lalu, dan kita dapat menggambarkan dengan yakin bagaimana Semesta muda berevolusi mulai dari seperseratus detik setelah Big Bang, meskipun ada beberapa celah penting dalam sejarah yang belum kita isi. Setelah teori ini keluar, dimana narasi ilmiah? Seolah narasi ilmiah adalah cerita penuh isi Big Bang tadi. Kitapun jadi ilmiah jika kita katakan persis sama dengan itu
Pengetahuan itu merupakan pencapaian yang fenomenal. Tetapi pertanyaan yang tersisa adalah seberapa dekat dengan sumber ilmu itu? Kenapa semua cabang ilmu pengetahuan harus mengikutinya? Pemikiran baru yang berlawanan haruskah dituduh kontra ilmiah dan kita streotipe padanya? Padahal kita tidak sadar hanya pengekor dan sadar hanya pengikut. Adilkah seorang pengekor yang tidak sadar mematahkan teori baru yang dituduhkan tidak ilmiah. Pantaskah seorang pengikut yang sadar menyatakan yang ilmiah itu adalah dirinya?
Pembawa kehidupan
Hal-hal dengan cepat menjadi rumit jika kita bertahan dengan analogi ulang tahun. Anda dan saya memiliki orang tua. Orang tua kita juga punya orang tua, dan seterusnya. Kita dapat melacak kesinambungan ini kembali ke entitas hidup pertama, yang kita sebut nenek moyang terakhir kita — mungkin bakteri yang hidup lebih dari 3 miliar tahun yang lalu.
Sepertinya anda dan saya juga tidak akan punya untuk meurutkannya. Sains apalagi, karena ruang luar biasa luas tersebut tidak bisa diraba, dirasakan, dilihat dan bahkan dinarasikan ilmiah oleh sains. Saya dengan dukungan anda mulai saat ini kita harus memposisikan sains kembali dan biarkan narasi ilmiah saling berargumen diruangnya. Barulah setelah itu kita freedomkan pemikiran dengan salah satu kesimpulan argumen tadi. Walaupun teori akan berkembang terus, tapi apa yang saya dan anda maksudkan adalah keadilan pengisi narasi ilmiah yang akan mempengaruhi sains dan ilmu pengetahuan umat manusia.
Pencipta Alam Semesta Raya.



Komentar
Posting Komentar